oleh

Pembangunan Bandara Baru Selesai 2021

NABIRE – Bandara Nabire Baru yang dibangun di Karadiri Kabupaten Nabire, akan rampung dibangun pada akhir tahun 2021 mendatang. Demikian seperti dikutip www.papuaposnabire.com group Siberindo.com.

Pembangunan tahap I ini akan menyelesaikan pembangunan sisi udara yakni landasan pacu sepanjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter dan juga sisi darat yakni apron dengan ukuran 600X100 meter, sedangkan taxiway A ukuran 165×23 meter, dan taxiway B dengan ukuran 165×23 meter.

Data yang didapat media ini, pembangunan sisi udara dialokasikan anggaran sekitar 442an milyar rupiah.

Sementara pembangunan untuk sisi darat dialokasikan anggaran sekitar 190an milyar rupiah.

Ratusan milyar rupiah dana yang digunakan untuk membangun bandara baru di Kabupaten Nabire ini bersumber dari pemerintah pusat (APBN, red).

Dengan panjang landasan pacu 1.600 meter ini baru bisa didarati oleh pesawat jenis ATR, dengan kapasitas muatan penuh.

Sementara untuk bisa didarati oleh pesawat berbadan besar seperti pesawat jenis boeing, masih harus menunggu pembangunan tahap selanjutnya, untuk perpanjangan landasan pacu di bandara itu.

Baca Juga  Berkontribusi Atas Pembangunan Pers, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Raih Anugerah Sahabat Pers SMSI

Pantauan media ini di lokasi pembangunan Bandara Karadiri, terlihat puluhan truk hilir mudik keluar masuk lokasi pembangunan bandara baru.

Truk-truk ini tengah mengangkut tanah timbunan yang diambil dari bukit di sekitar lokasi pembangunan.

Informasi didapat media ini, pembangunan sisi udara berupa landasan paacu dikerjakan dengan sistim kerjasama operasi (KSO) dua perusahaan yakni oleh Nindya dan Modern.

Sementara untuk pekerjaan di sisi darat dikerjakan oleh perusahaan lain.

Senin (18/1) sore kemarin, sejumlah pejabat turun memantai di lokasi pembangunan bandara baru. Hadir Bupati Nabire, Isaias Douw, didampingi Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, Ketua Bappeda Nabire, Kepala Dinas Perhubungan Nabire, Kabandara Nabire, dan sejumlah pejabat lainnya.

Dsaat melakukan peninjauan pembangunan Bandara, Bupati Isaias Douw mengatakan, pada masa kepemimpinannya ada 14 program prioritas.

Tiga diantaranya adalah di bidang perhubungan pembangunan Bandara di Karadiri yang merupakan salah satu dari tiga program prioritas di bidang perhubungan di masa kepemimpinannya.

Baca Juga  Akses Transportasi Laut Akan Dibuka Menyeluruh

Disisi lain ada jug program pengembangan pelabuhan penumpang dan pelabuhan konteiner.

“Ada 14 program prioritas kami, tiga ada di perhubungan yang merupakan skala prioritas. Kedatangan hari ini untuk melihat dan memastikan proses pengerjaannya sudah sejauh mana,” ujar Isaias kepada media di lokasi pembangunan Bandara Nabire Baru.

Dijelaskan bupati, dalam kepemimpinannya selama 10 tahun, setidaknya telah mengeluarkan 145-an milyar rupiah untuk pembangunan bandara baru ini.

Dana ratusan milyar yang dikeluarkan oleh Pemkab Nabire dari sumber APBD itu, digunakan untuk pembangunan bandara baru, sebelum ada kucuran dana dari pemerintah pusat.

“Bandar baru ini awalnya dibangun dengan menggunakan APBD Nabire, mulai dari penyiapan lahan, pembebasan lahan, penimbunan, serta penyiapan dokumen.

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp145 milyar.

Kemudian dilanjutkan dengan proses lobi kepada kementerian perhubungan dan Bappenas baik lisan maupun tertulis.

Baca Juga  Cegah Gangguan Kamtibmas, Polres Kembali Gelar Razia Cipkon

Presiden Jokowi dan Kepala Bappenas pernah turun meninjau.

Presiden langsung respons dan perintahkan kepada Kepala Bapennas dan Menteri Perhubungan agar Bandara Nabire menjadi asset Nasional dan harus diselesaikan,” lanjut Isaias.

Ditambahkan Kepala Dinas Perhubungan Nabire, Alpius Douw mengaku, proses pembangunan bandar udara ini memakan waktu hamppir 10 tahun.

Sehingga, selanjutnya akan diselesaikan oleh Kementerian Perhubungan pada tahun 2021.

Untuk tahun ini yang dikerjakan adalah runway sepanjang 1,6 KM, sisi darat bandara dan fasilitas penunjang lainnya termasuk jalan masuk ke bandara.

“Maka masih ada sisa 1 KM yang akan terus kami koordinasi dengan pusat hingga 2022 nanti.

Jadi untuk tahap pertama akan didarati oleh pesawat ATR, selanjutnya kalau sudah rampung keseluruhannya untuk 2,5 Kilometer maka tentunya akan turun juga pesawat berbadan besar,” tambah Alpius Douw. (ros)

Komentar

News Feed