oleh

Kemlu Koordinasikan Pemulangan Mandiri 171 WNI dari Empat Negara di Pasifik

Jakarta, Indonesia – Kembali mengkoordinasikan pemulangan mandiri 171 WNI yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Anak Buah Kapal (ABK) dari Fiji, Papua Nugini, Marshall Islands dan Micronesia yang tiba pada Jumat (25/03/2021).

Pemulangan ini didukung koordinasi erat antara Perwakilan Indonesia di Suva, Port Moresby, Tokyo, Manila dan otoritas terkait di Indonesia.

Sebagian WNI sempat mengalami penundaan waktu kepulangan dari beberapa bulan hingga 12 bulan. Hal ini karena terpencilnya letak 4 negara tersebut, tingginya biaya tiket pulang, terbatasnya moda transportasi dan adanya penetapan kebijakan Jockdown oleh pemerintah negara tersebut akibat pandemi Covid-19.

Meski bekerja di negara yang jauh dari Indonesia, Davit salah satu ABK yang bekerja di Mikronesia  menyampaikan alasannya mau bekerja sebagai ABK di negara Pasifik.

Baca Juga  Kemerdekaan Pers: Google Mendapat Penghargaan Tertinggi dari Media Siber Indonesia

“Ada kebanggaan jadi ABK di kapal asing, tapi memang berat bekerja 3 tahun tanpa bisa pulang,” ujarnya.

Sebagaimana pemulangan mandiri dari kawasan Pasifik sebelumnya, biaya pemulangan sepenuhnya ditanggung oleh para PMI, pihak majikan di luar negeri atau perusahaan penempat pekerja migran Indonesia (P3MI) di Indonesia.

Dalam pemberian bantuan dan pelindungan, Pemerintah selalu mengedepankan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga  Ratas Bahas Tahanan Positif Covid-19

Sepanjang tahun 2020, Kemenlu berhasil memulangkan sebanyak 7.064 ABK yang bekerja di kapal pesiar dan kapal ikan. Sedangkan sejak awal Januari 2021, Kemenlu telah memulangkan sebanyak 441 ABK WNI. (*/cr2)

Komentar

News Feed