oleh

Pither Pamangin: KBM Ganjil/Genap Membutuhkan Waktu Normal

NABIRE – Setelah dilakukan pertemuan selama dua hari guna mendapatkan respon dari orang tua murid SD Bhakti Mandala (BM) soal dukungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dengan sistim ganjil/ genap. Demikian seperti dikutip www.papuaposnabire.com group Siberindo.com.

Ternyata dalam penerapannya di hari pertama, Senin (18/1) kemarin ternyata juga masih ditemukan adanya kendala-kendala kecil yang muncul dari orang tua bersama murid.

Dimana ada murid yang datangnya diatas jam 09.00 WIT pagi, sementara pihak sekolah dasar BM telah mensosialisasikan jam belajar atau KBM tatap muka gangil/genap dimulai dari jam 07.30 WIT hingga 09.15 WIT kepada pihak orang tua murid.

Baca Juga  Kajati DKI, Sahabat Pers Indonesia: Banyak Manfaat Bergaul dengan Wartawan

Demikian dikatakan Kepala Sekolah SD BM Nabire Pither Pamangin, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (18/1) di ruang kerjanya seraya menambahkan, kita butuh waktu untuk mewujudkan KBM ganjil/genap yang normal.

Sehingga sambil berjalan proses KBM tatap muka ini, pihak sekolah berkewajiban untuk menyampaikan kepada murid maupun orang tuanya bahwa KBM tatap muka dengan sistim ganjil dan genap.

Baca Juga  Cut-Off Vitamin D Untuk Orang Indonesia

Dimana ada murid yang masuk di kelompok A dan juga ada yang masuk kelompok B, sehingga murid yang masuk kelompok A atau B punya hak mendapatkan/mengikuti KBM tatap muka hanya 3 hari di hari efektif belajar selama jam dua matapelajaran.

Untuk itu, selaku kepala sekolah dan dewan guru SD Bhakti Mandala mempunyai kewajiban yang sama untuk terus mensosialisasikan KBM tatap muka kepada murid tetapi juga orang tua murid agar semua bisa tau dan memahaminya.

Baca Juga  Angka Terinfeksi Covid-19 di Paniai Meroket

Karena KBM tatap muka dengan model pembelajaran ganjil dan genap merupakan sesuatu yang baru diterapkan selama adanya wabah virus Corona, sehingga kita butuh waktu untuk menuju kesempurnaan.(des)

Komentar

News Feed