oleh

Capaian Satu Dekade Mantra116 Perkuat Daya Tarik Sport Tourism Indonesia

papua.siberindo.co – Tiap tahunnya, Mantra116 selalu menjadi ajang lari lintas alam yang paling ditunggu para trail runners nasional maupun mancanegara. Dengan panjang lintasan mencapai 116 kilometer dan elevasi hingga 5.000 meter, para peserta ditantang menaklukkan medan ekstrem demi meraih gelar Dwarapala Warriors.

Destinasi sport tourism andalan Indonesia ini pun telah menghasilkan sejumlah catatan menarik yang tersaji selama penyelenggaraan Mantra116 tahun ini. Simak ulasan lengkapnya berikut:

1. Rute Baru Sambut Edisi Spesial Satu Dekade Mantra116

Sejak pertama kali digelar pada 2016, Mantra116 terus berkembang menjadi magnet bagi para pelari yang ingin merasakan tantangan lintasan pegunungan sekaligus menikmati pesona alam Indonesia. Memasuki edisi ke-10, Mantra116 semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ajang trail running unggulan di Indonesia.

Pada edisi spesial tahun ke-10 ini, Mantra116 menghadirkan rute baru yang melintasi Jalur Lincing di kawasan konservasi Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Penambahan lintasan ini dirancang untuk memberikan pengalaman baru bagi peserta, sekaligus memperkenalkan kekayaan lanskap, flora, dan fauna endemik yang menjadi bagian penting dari ekosistem Gunung Arjuno–Welirang.

Baca Juga  DEDIKASI: Brigjen Antoninho, dari Pulau Timor Sampai Cianjur

Inovasi rute ini juga menjadi cara memperkuat daya tarik sport tourism berbasis lingkungan di Jawa Timur. Melalui pengalaman berlari yang berpadu dengan keindahan kawasan konservasi, Mantra116 turut mendorong promosi destinasi wisata alam Indonesia secara berkelanjutan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

2. Melonjaknya Antusiasme Peserta Nasional hingga Mancanegara

Dok. Mantra116

Tingginya antusiasme peserta Mantra116 tahun ini tercermin dari total peserta yang telah berpartisipasi. Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berjumlah 2.500 peserta, Mantra116 tahun ini mengalami peningkatan signifikan menjadi 4.014 peserta.

Karakter lintasan yang menguji fisik dan mental justru menjadi daya tarik utama Mantra116. Tak hanya diminati pelari nasional, tantangan tersebut juga menarik perhatian trail runner dari berbagai negara.

Yang menarik, ribuan peserta tersebut berasal dari 21 negara di kawasan Asia, Afrika, dan Eropa, termasuk pelari asal 29 provinsi Indonesia. Kehadiran pelari dari berbagai daerah dan negara menjadi bukti bahwa Mantra116 telah berkembang menjadi event sport tourism nasional yang makin menarik bagi komunitas trail running internasional.

Baca Juga  Ahmad Kailani, Ketua Umum DPP Relawan Perisai Prabowo:“Kita Harus Ikut Mengawal Program Prabowo-Gibran Jika Bangsa ini Ingin Berkilau Sejahtera”

3. Catatkan Rekor Baru di Lintasan Arjuno–Welirang

instagram.com/mantra116,id

Edisi ke-10 Mantra116 juga mencatatkan sejarah baru dalam hal waktu finish tercepat. Rekor tersebut diraih pelari trail asal Jepang, Hiroyuki Matsuda, yang menyelesaikan kategori 116 kilometer dalam waktu 19 jam 59 menit.

Catatan tersebut menjadi waktu finish tercepat sepanjang sejarah penyelenggaraan Mantra116 untuk kategori 116 kilometer. Capaian Hiroyuki Matsuda pun berhasil memecahkan rekor yang diraih pelari asal Indonesia, Muhammad Ma’mun Khariri pada tahun 2024 lalu dengan waktu 20 jam 36 menit.

Pencapaian ini menjadi prestasi yang istimewa mengingat karakter lintasan Mantra116 dikenal sangat menantang. Peserta harus menghadapi kombinasi tanjakan dan turunan curam, jalur tanah, hingga cuaca khas dataran tinggi Gunung Arjuno–Welirang yang menguji daya tahan fisik maupun mental.

4. Berikan Dampak Ekonomi dan Pariwisata Kawasan Gunung Arjuno-Welirang

Tingginya partisipasi Mantra116 tahun ini turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata. Pergerakan ribuan peserta beserta pendampingnya mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta memperluas eksposur destinasi Gunung Arjuno–Welirang sebagai salah satu tujuan sport tourism unggulan Indonesia.

Baca Juga  Pilot dan 3 Penumpang Pesawat di Sandera KKB Papua

Selama penyelenggaraan event, kebutuhan akomodasi, transportasi, kuliner, hingga penjualan produk UMKM pun mengalami peningkatan. Selama penyelenggaraan kegiatan, sebanyak 35 booth turut meramaikan area event dan membuka peluang ekonomi bagi para pelaku usaha lokal maupun brand pendukung kegiatan. Dampak positif juga dirasakan oleh kedai dan penjual makanan, penyedia jasa ojek lokal, penyewaan mobil, hingga layanan parkir di sekitar area kegiatan yang mengalami peningkatan aktivitas selama event berlangsung.

Secara keseluruhan, estimasi total perputaran ekonomi yang dihasilkan Mantra116 mencapai Rp15 miliar. Angka ini pun menunjukkan bahwa sport tourism mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata di kawasan penyelenggaraan.

 

News Feed