oleh

Atlet Terjun Payung Papua dari Korps Baret Merah

Jayapura – Cabang Olahraga Terjun Payung Papua memasang target tiga medali emas pada Pekan Olahraga Nasioanal (PON) XX Papua 2021 mendatang. Atlet Papua pada cabang olahraga ( cabor ) terjun payung bukanlah atlet biasa, melainkan anggota Korps baret merah (Kopasus)

Pelatih Terjun Payung Papua, Suwiqnyo, menyatakan, target tiga medali emas tersebut sesuai dengan hasil evaluasi pada pra kualifkasi PON di Manado, Sulawesi Utara tahun 2019 lalu.

“Pra kualifikasi di Manado tahun lalu, kita dapat lima medali perak dan satu perunggu, makanya PON XX kita pasang target tiga medali emas,” katanya kepada pers disela-sela pertemuan dengan Komandan Lanud Silas Papare Jayapura Marsma TNI Budhi Achmadi, M.Sc, selaku ketua Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (Fasida) Papua, akhir pekan kemarin.

Baca Juga  Ciptakan Berbagai Produk Olahan Sagu, Satgas Binmas Noken Polri Bina Anak-Anak Papua

Ia mengatakan, sebanyak 12 atlet putra dan putri yang dipersiapkan untuk mengikuti PON XX Papua. “Atlet ada 12 orang, mereka saat ini sedang melakukan pemusatan latihan di Jawa Barat dengan tetap mengikuti protokol kesehatan corona virus,” paparnya.

Coach Suwiqnyo mengaku, dari enam nomor pertandingan yang akan dipertandingan pada PON, ada dua nomor yang menjadi target Papua merebut medali emas, yakni nomor kerja sama di udara (Skydive Formation) maupun ketepatan mendarat.

Baca Juga  Natalis Tabuni Serahkan 9,5 M Ganti Rugi Hak Ulayat

Dia membenarkan, seluruh atlet terjun payung Papua merupakan Prajurit TNI dari Korps Kopasus. “Kalau atlet Papua memang anggota TNI semuanya, mereka anggota kopasus,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kondisi atlet seluruhnya dalam keadaan yang prima. Fisik atlet pun tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja, para atletnya kini membutuhkan perlengkapan latihan. “kami sudah ajukan ke KONI, kita masih menunggu, mudah-mudahan dalam waktu dekat semua kebutuhan bisa dipenuhi,” tandasnya.

Baca Juga  4 Anggota KPU Papua Diberhentikan DKPP Akibat Langgar Kode Etik

Terkait dengan venue di Mimika, dirinya mengungkapkan butuh dukungan dari ketua Fasida untuk para atlet bisa segera melakukan latihan. “Kalau untuk venue pertandingan nanti kita belum tahu keadaanya. Tapi, untuk kondisi udara secara keseluruhan di Papua, kita sudah ketahui,” jelasnya.

Komentar

News Feed