oleh

Wanggar Sari Pulangkan 4 Kendaraan ‘Pemilih Baru’

NABIRE – Warga Kampung Wanggar Sari, Distrik Wanggar memulangkan 4 kendaraan Mitsubizi merek Extrada yang memuat ‘pemilih baru’ saat pemungutan suara (pencoblosan) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup), 9 Desember 2020. Berikut seperti dikutip www.papuaposnabire group Siberindo.com.

Warga setempat menolak pemilih dari luar kampung yang diduga dimobilisasi oleh pasangan calon Bupati/Wakil Bupati tertentu karena warga tidak menghendaki adanya pemilih baru dari luar Kampung Wanggar Sari.

Salah seorang warga Kampung Wanggar Sari, Marthen Pakage kepada media ini menuturkan tidak mau ada pemilih baru yang dimobilisasi oleh kandidat tertentu yang bisa mengacaukan hasil pilihan warga setempat.

Oleh sebab itu, warga dari luar Kampung Wanggar Sari yang datang dengan 4 kendaraan extrada, warga menolak untuk masuk ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS) dan menyuruh mereka keluar dari Kampung Wiraska.

Baca Juga  Alami Defisit, Proyek Besar di Papua Ditunda

Marthen menambahkan, “pemilih baru” mereka paksa mau masuk tetapi kami tolak.

Karena, mereka ini bukan warga Kampung Wanggar Sari.

Ketika ditanya, apakah ada kendaraan lain, Marthen mengatakan, ada kendaraan lain seperti Toyota Innova dan Avanza tetapi tidak turun dari kendaraan ketika melihat ada penolakan dari warga kepada pemilih baru yang dimobilisasi oleh kandidat tertentu.

Ia menilai, warga Kampung Wanggar Sari memulangkan pemilih baru karena dirinya bersama Yosias Kegou dan beberapa warga ketat dengan masyarakat yang tidak dikenal sebagai warga Kampung Wiraska datang untuk mencoblos.

Menyikapi “pemilih baru” yang dimobilisasi pasangan calon, Marthen Pakage menilai penyelenggara seperti PPD dan Panitia Pengawas Distrik (Panwasdis) tidak tegas, bahkan terkesan membiarkan mobilisasi pemilih oleh kandidat tertentu.

Baca Juga  Keerom Jadi Sentra Produksi Pertanian yang di Dukung Pemda Papua

Ia mencontoh, terjadinya antrean panjang di Karadiri I, antara penduduk setempat dengan pemilih baru yang dimobilisasi lewat kendaraan.

Antrian panjang seperti ini terjadi karena PPD dan Panwasdis membiarkan mobilisasi “pemilih baru” dengan kendaraan.

Mobilisasi masa ini terlihat jelas di depan mata.

Karena, “pemilih baru” sebagian dimobilisasi melalui kendaraan terbuka seperti Mitsubishi Extrada, belum termasuk dengan kendaraan tertutup seperti Toyota Innova dan Avanza.

Sedikitnya, media menjumpai tiga kendaraan dari kota ke arah Kali Bumi, sekitar pukul 11 siang dan lima empat Extrada pulang dari Wanggar sekitar pukul 12 lebih. Belum lagi, kendaraan tertutup seperti Innova, Avanza, dan Pajero.

Baca Juga  Data KPU :Yan Imbab-Niko Ronsumbre Unggul di Supiori

Warga Laporkan Dugaan Kecurangan Pilkada Nabire

Diduga terjadi kecurangan di beberapa TPS saat pemungutan suara Pilkada Kabupaten Nabire, Rabu (9/12) kemarin.

Dugaan kecurangan diantaranya terjadi mobilisasi massa juga adanya TPS yang kehabisan surat suara untuk memilih.

Sejumlah TPS di Nabire diketahui tutup lebih cepat karena kehabisan surat suara. Hal itu membuat warga yang ingin mencoblos di TPS tersebut mengaku kecewa dan marah.

Sejumlah TPS dilaporkan kehabisan surat suara sebelum pukul 12.00 WIT, serta indikasi mobilisasi massa.

Sejumlah warga yang diduga terlibat dalam mobilisasi massa sesmpat dibawah ke Polres Nabire untuk dimintai keterangan dari pihak berwajib. (ans/ist)

Komentar

News Feed