oleh

Ini Jawaban Paslon Soal Penyelarasan Program Pembangunan Daerah, Provinsi dan Nasional

NABIRE – Debat Terbuka II Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Nabire Tahun 2020 dengan Tema Menyelesaikan Persoalan daerah, Menyelaraskan Program Pembangunan daerah Provinsi dan Nasional dan Strategi Penanganan Covid -19, yang berlangsung Kamis (19/11) secara Live, bertempat di Auditorium RRI Nabire Jalan Merdeka Nomor 74, cukup menyita perhatian warga Kabupaten Nabire untuk mendegar secara langsung apa yang di janjikan para Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang akan bertarung pada Rabu, 9 Desember 2020 Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire untuk Periode 2021-2026. Demikian seperti dikutip www.papuaposnabire.com group Siberindo.com.

Dalam Tema yang kedua, yakni “Menyelaraskan Program Pembangunan Daerah, Provinsi dan Nasional”, Panelis memberikan pertanyaan kepada Calon Bupati dan alon Wakil Bupati Nomor Urut 2 (dua) Mesak Magai, S.Sos.,M.Si dan Ismail Djamaludin (MESI) yakni, Langkah strategis apa saja yang di lakukan supaya program pembangunan tetap mengacu pada dokumen Renstra pembanguan daerah.

Mesak menjawab, sesuai Visi dan Misi kami bahwa ada 8 (delapan) Program, ketika kami terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire, delapan program tersebut ini kami akan tuangkan di dalam RPJM, kemudian RPJM Kabupaten ini kami akan dorong kami akan doronga ke tingkat Provinsi dan Tingkat Nasional menjadi sinkronisasi antara Kabupaten, Provinsi dan Pusat.

Sehingga, pembangunan yang kami laksanakan ini berjalan sesuai dengan acuan yang ada.

Saya pikir bahwa, program tersebut itu terencana dengan baik, maka anggaran yang terjadi defisit, yang terjadi itu saya pikir tidak akan berjalan.

Dan juga ini menjadi landasan hukum untuk didalam pengelolaan keuangan daerah kabupaten ini.

Maka program tersebut ini, saya yakin dan percaya bahwa tidak akan terjadi tumpang tindih ketika program kami bisa terjadi sinkronisasi antara provinsi dan pusat.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Kabupaten Nabire Nomor Urut 2 (dua) Ismail Djamaludin mengatakan, rencana strategis selalu kami akan koordinasikan dengan pihak Provinsi dan pihak Pusat untuk tidak terjadi tumpang tindih program.

Oleh karena itu, kebijakan yang selalu kita buat, kita akan selalu melibatkan stakeholder terkait, agar tidak terjadi permasalahan di daerah.

Selanjutnya, dalam Tema yang sama Pasangan Nomor Urut 3 (tiga) Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si dan Tabroni Bin M.Cahya (FRANSBRO), ketika di tanya oleh Moderator Hendra Sianipar, yang mana Panelis mengatakan data luas baku lahan sawah kabupaten Nabire tahun 2020 yang berada di Distrik Wanggar, Nabire Barat, Nabire, Teluk Kimi, Makimi, Uwapa, Teluk Umar, Yaur dan Yaro dengan total luas 3.943, 75 Hektar.

Baca Juga  Sukseskan Pelaksanaan Program Vaksinasi Massal Pemerintah

Kabupaten Nabire, salah satu daerah yang menjadi sasaran program sejuta hektar Presiden Jokowi melalui Kementerian Pertanian dan TNI.

Persoalannya, perluasan areal sawah yang memakan dana tidak sedikit, ternyata hasil perluasan sawah terlihat masih ada yang terlantar atau tidak di garap Petani.

Pertanyaan dari Panelis, Apa langkah Anda agar program pemerintah pusat ini, bisa sinergi dengan program daerah dan apa sikap anda terhadap lahan sawah hasil perluasan yang masih terlantar atau tidak di garap Petani.

Jawabannya, Kabupaten Nabire adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Papua, bukan satu-satunya kabupaten.

Dari 29 Kabupaten/Kota maka semua acuan yang digunakan oleh masing-masing Kabupaten di Papua mengacu dari RPJMD Provinsi Papua.

Dan Visi Misi saya dan Tabroni, kita mengangkat dari Visi Misi yang ada di Papua yaitu, kalau Provinsi Papua Bangkit Mandiri, Sejahtera dan Berkeadilan berlandaskan Kethaa yang Maha Esa. Maka Kami sebagai penerus dari Visi Misi yang maksud maka Kami mengangkat Visi Misi, Nabire Bangkit Mandiri dan Sejahtera yang berkeadilan berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Dari Visi kami saja sudah jelas ada sinkronisasi, dalam rangka membangun Nabire ini, Nabire tidak boleh berdiri sendiri, seperti selama ini. Saya di Provinsi, saya tahu persis, Nabire tidak pernah berkoordinasi baik dengan Pemerintah Provinsi.

Sebagai Karo Humas dan Protokol dalam banyak acara, Nabire hampir tidak pernah hadir, dengan demikian saya jadi Bupati dan Wakil saya, kita mau membangun komunikasi yang baik, baik untuk Provinsi maupun Pusat, dan saya juga pernah kerja di Pusat dan di Provinsi, maka saya paham sekali tentang kerja dan komunikasi ini,”ujar, Frans Mote.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Nomor Urut 3 (tiga) Tabroni Bin M.Cahya mengatakan, harapan kami kedepan terkait lahan tadi, ini rupanya macam tidak ada sinkronisasi, ya kalau macam saya lihat.

Baca Juga  KSAD Jenderal Dudung Luncurkan Buku 'Loper Koran Jadi Jenderal

kenapa, ? contoh misalnya program dari Pusat, program dari Pak Presiden soal pembukaan lahan sawah, ini sangat baik sekali , bagi saya ini sangat luar biasa.

Tetapi, mestinya kalau ini sinkron atau sonding dengan kabupaten, tidak boleh habis pemetakan sawah ini menjadi hutan kembali, inikan sayang ibarat program itu kita membuang garam di laut.

Kalau ini sinkron bisa mungkin di tanami jagung, kalau 500 Hektar bisa juga menghasilkan ratusan ton.

Sehingga, tadi tidak membuang uang-uang besar yang dari Jakarta, puluhan milyar, terbuang.

Harapan kami kedepan, antar program daerah ini harus betul-betul sinergi, ada komunikasi apa yang turun harus terkawal dengan jelas, agar ketika turun ke daerah asas manfaatnya bisa langsung di rasakan oleh masyarakat.
Sambung Frans, itu tanggung jawab pemerintah untuk mensejahterakan rakyat, karena pemanfaatan lahan yang 12.075 hektar itu yang ada di Nabire, itu harus berfungsi untuk menaikkan PAD Nabire.

Dan kami percaya di tangan kami (FRANSBRO red) Nabire akan mencapai suatu sukses yang luar biasa dari hari ini.

Karena itu, raksasa sedang tidur ini harus di bangunkan oleh kita, oleh karena itu Pemimpin, tidak boleh Pemimpin tidur-tidur, Pemimpin harus membuktikan bahwa dialah orang yang bisa membawa perubahan bagi Nabire.

Apalagi, lautan yang cukup luar biasa.

Setelah Kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire Nomor Urut 2 (dua) dan 3 (tiga) menjawab pertanyaan yang telah di siapkan oleh Panelis, tibalah Pasangan Calon Bapati dan wakil Bupati Nomor Urut 1 (satu) Yufinia Mote, S.SiT dan H.Muhammad Darwis (YUDA) yang menjawab pertanyaan dari Panelis, dan masih dalam Tema yang sama yakni, Menyelaraskan Program Pembangunan Daerah, Provinsi dan Nasional.

Dimana, komitmen menjadikan Narkoba dan Aibon mejadi musuh bersama untuk diberantas.

Di Nabire pengguna dan pengedar Narkoba dan Aibon di kalangan generasi muda, termasuk anak -anak di bawah 12 Tahun meningkat, sementara belum ada Perda tentang, Pengedar dan Pengguna Aibon.

Pertanyaannya, Langkah-langkah apa saja yang di edukasi untuk menyelematkan generasi muda di Kabupaten Nabire bila anda terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati.

Baca Juga  Ikut Wujudkan Pemilu Damai dan Bermartabat, SMSI Pusat Audensi dengan Kompolnas

Jawabannya, Terima kasih, ini merupakan salah satu program yang ingin kami kerjakan kedepan.

Karena, kami mengharapkan Nabire harus menjadi Kota yang layak untuk anak-anak tumbuh dan berkembang di dalamnya.

Jadi, langkah-langkah yang ingin kami ambil kedepan yaitu, menyediakan semua Kota Nabire ini menjadi tempat atau Kota yang layak untuk anak-anak-anak tumbuh dan berkembang.

Lanjutnya, yang utama dan yang terutama yaitu, pembinaan pendidikan sosialisasi kepada setiap keluarga.

Yang utama dan yang terutama, bagaimana cara mendidik, membina dan membesarkan anak yang baik dan benar.

Sehingga, akan hadir anak-anak yang hidupnya takut akan Tuhan dan anak –anak yang hidupnya sesuai dengan Norma atau etika yang baik.

Kemudian juga, sekolah-sekolah yang ada, ya kami juga akan upayakan, yang selama ini juga sudah kami laksanakan yaitu, Sekolah ramah anak.

Kata Yufinia, dimana, di sekolah Guru-guru memberikan contoh, teladan yang baik kepada anak-anak.

Kemudian juga kami akan bekerjasama, seperti juga yang sudah kami lakukan selama ini, bekerja sama dengan beberapa instansi terkait, termasuk Kepolisian.

Yang juga membantu Kota Nabire agar tetap aman dan nyaman, kemudian tempat-tempat atau penjualan atau pengedar-pengedar Narkoba maupun Aibon yang ada di Kabupaten Nabire ini harus segera di data, dan harus segera di tangani.

Sehingga, harapan kami jangan ada lagi generasi-generasi Papua kedepan yang masih terlibat tau mengkonsumsi Narkoba ataupun Aibon dan sejenisnya.

Sehingga, harapan kami semua lintas, semua baik agama, baik Kepala Suku, maupun Pemerintah itu sendiri, ya kita sama-sama bekerja, kami akan melibatkan semua.

“Begitu juga dengan Tokoh-Tokoh Perempuan dalam rangka untuk bagaimana Nabire ini bisa menjadi Kota yang layak bagi anak-anak tumbuh dan berkembag, kemudian juga menyiapkan rumah singgah atau rumah rehabilitasi bagi semua anak-anak yang sudah tercandu Narkoba atau Aibon dan lain-lain.

Sehingga, disana ada pembinaan –pembinaan bagi generasi-generasi muda yang mana akan menjadi penerus pembangunan di Indonesia, di Papua, bahkan di Kabupaten Nabire, Semoga apa yang menjadi harapan kami, Nabire menjadi Kota yang layak anak,”pungkasnya. (cad)

Komentar

News Feed