NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memantau pelaksanaan Debat Kandidat Bupati dan Wakil Bupati Nabire tahap II yang berlangsung di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) Nabire, Kamis (19/11). Demikian seperti dikutip www.papuaposnabire.com group Siberindo.com.
Untuk memantau pelaksanaan Debat Kandidat Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Nabire, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menugaskan staf dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua.
Ketua KPU Kabupaten Nabire, Wihelmus Degey dalam sambutan penutupan Debat Kandidat mengatakan debat kandidat ini dipantau oleh Pemprov Papua, apakah pelaksanaan debat kandidat, apakah KPU Nabire melaksanakan debat kandidat sesuai dengan protokol kesehatan atau tidak.
Kepala Sat Pol PP Papua mengutus Esau Rumbiak, pejabat eselon III di Satpol PP Papua.
Sebelumnya, Ketua KPU Nabire, Wihelmnus Degey mengawali debat kandidat mengatakan debat kandidat tahap pertama yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, telah mendapat penilaian pelaksanaan dengan baik dari atasan.
Wihelmus menilai debat kandidat tahap II, tiga pasangan calon telah mempertajam visi-misi dan program kerja dari masing-masing kandidat bupati/wakil bupati sehingga memberikan gambaran kepada masyarakat, kepada siapa yang akan dipilih nantinya.
Dan tiga Paslon pada Pilkada Nabire ini merupakan kader-kader terbaik yang dimiliki Kabupaten Nabire sehingga visi-misi dan program yang disampaikan nantinya dilaksanakan bersama rakyat di daerah ini setelah terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nabire.
Dalam debat kandidat, pasangan calon nomor 1, Yufinia Mote dan Muhammad Darwis (YUDA) menyatakan, akan mengevaluasi kegiatan dan program pembangunan yang dilaksanakan selama ini.
Program yang kurang dan tidak dilaksanakan akan dilaksanakan pada masa kepemimpinan YUDA nantinya disesuaikan dengan visi misi Paslon nomor urut 1.
Sementara pasangan calon nomor urut 2, Mesak Magay dan Ismail Djamaluddin (MAJU) menyatakan untuk membawa perubahan Nabire, telah menyiapkan 8 program sasaran yang akan dilaksanakan bersama seluruh komponen masyarakat di daerah ini.
Karena, Nabire ini milik bersama sehingga 8 program akan menyentuh seluruh kelompok masyarakat di daerah ini.
Sedangkan pasangan calon nomor urut 3, Fransiscus Xaverius Mote dan Tabroni Bin Cahya (Fans Bro), mengatakan akan memadukan program dan kegiatan pembangunan di daerah ini akan disesuaikan dengan program dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.
Pembangunan yang akan dilaksanakan di daerah ini sejalan dengan program pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Menjawab pertanyaan panelis, perhatian kepada mama penjual noken di Oyehe, Calon Bupati Yufinia Mote berjanji akan membangun Galeri bertingkat untuk menampung mama-mama penjual dilengkapi dengan galeri.
Sementara pasangan calon nomor urut 2 yang mendapat pertanyaan tentang penanganan sampah di kota Nabire, Calon Bupati, Mesak Magay mengatakan, akan menyerahkan kepada pihak ketiga.
Masyarakat membuang sampah ke tempat penampungan sampah (TPS) yang ada disetiap pemukiman warga, mulai jam 6 sore hingga jam 9 malam.
Setalah jam 9 malam, pihak ketiga bekerja hingga pagi sehingga kota Nabire akan bersih dari sampah. Kalau dikelola Dinas Lingkungan Hidup, banyak tenaga honorer yang akan menimbulkan masalah seperti terlambat bangun sehingga sampah terlambat ditangani.
Sedangkan pasangan calon nomor 3 yang mendapat pertanyaan tentang masalah pertanahan di daerah ini, Calon Bupati Fransiscus Xaverius Mote mengatakan akan merangkul setiap kepala suku terutama kepala suku yang memiliki hak ulayat untuk mencari solusi bersama.
Pasangan Fans Bro berjanji akan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang penanganan tanah di daerah ini.
Menariknya, dalam debat kandidat tersebut adalah debat antar kandidat.
Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 dicocor oleh dua pasangan calon lainnya. Pertanyaan cukup menusuk tetapi mampu pasangan YUDA menangkisnya.
Dalam debat kandidat tersebut, KPU Nabire memilih 3 panelis masing-masing Titus Pekey, SH, M.Si dari kalangan budayawan, Benny Kareth, SH, MAP dari akademisi dan Suroso, SE dari kalangan profesional.
Panelis menyiapkan pertanyaan tertulis, Paslon memilih pertanyaan yang sudah disegel. Debat kandidat tersebut dipandu moderator Hendra Sianipar.(ans/ros)











Komentar