NABIRE – Belakang terkesan persediaan bahan bakar minyak (BBM) berupa solar (dezlite) di beberapa satuan pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai berkurang sehingga terlihat anteran kendaraan berbahan solar. Ada oknum warga nakal yang kedapatan menimbun bakar bakar dezlite di Nabire. Demikian seperti dikutip www.papuaposnabire group Siberindo.com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, Frans Hey di Gedung Dewan Bumi Wonorejo, Jumat (17/12/21) mengungkap sudah menemukan ada oknum warga di kawasan Teluk Kimi yang hendak menimbun bahan bakar dezlite.
Legilator ini mengungkap di tempat penimbun saat digrebrek Kamis (16/12) malam, ditemukan banyak drum biru sebagai media penampungan bahan bakar jenis ini. Dan bahan bakar dezlite ini diangkut dengan truk. Dan itu diduga dilakukan oleh oknum pengusaha untuk mencari keuntungan dengan melego solar (dezlite) ke pedalaman.
Ulah oknum pengusaha nakal lain yang ditemukan beberapa saat lalu, tangki bahan bahar tertentu bisa antre menyedot bahan bakar bersubsidi di salah satu SPBU di dalam kota Nabire. Dan itu tidak hanya sekali, tetapi lebih dari sekali.
Saat melihat langsung tempat penampungan dezlite di kawasan Teluk Kimi, Hey mengungkap ada oknum anggota yang muncul saat itu. Tetapi Hey juga menyampaikan apabila mau macam-macam, nanti akan dilaporkan ke pimpinan, lalu oknum anggota ini pun diam.
Mencermati adanya oknum warga yang menimbun bahan bakar bersubsidi, legislator Hey mengatakan, seharusnya Pertamina di daerah ini juga mengawasi penyaluran bahan bakar ke konsumen di daerah supaya tidak ada lagi yang menimbun bahar bakar minyak di daerah ini.
Frans Hey menilai ulah-ulah seperti ini merugikan masyarakat di daerah ini seperti untuk angkutan penumpang umum, kebutuhan nelayan dan kebutuhan masyarakat lainnya.
Wakil rakyat ini menghimbau kepada seluruh pengusaha di daerah ini agar menghindari penimbunan BBM. Sebab jika kita membiarkan adanya praktek-praktek penimbunan BBM akan menimbulkan keresahan di dalam masyarakat. Apabila ada penimbunan BBM ini akan menimbulkan masalah, ke mana perginya. Apalagi ini menjelang hari raya, masyarakat membutuhkan banyak bahan bakar untuk mencari dan memenuhi kebutuhan hari raya.
Legislator ini menambahkan dengan ditemukannya salah satu bukti penimbunan BBM di Teluk Kimi kiranya tidak ada lagi di tempat lain. Karena di Teluk Kimi, BBM yang ditimbun cukup banyak. Kepada Pertamina di Nabire juga diminta untuk mengawasi dan mengontrol pelayanan BBM menjelang dan selama hari raya.
Sementara kepada pengusaha BBM lewat SPBU, baik itu di perkotaan maupun di pedesaan Hey juga menghimbau agar melayani masyarakat dan pengusaha dengan adil dengan memperhatikan kondisi yang ada.
Wakil rakyat ini juga mengucapkan selamat hari raya Natal kepada umat Kristiani di daerah ini dan menyambut Tahun Baru 2022 kepada seluruh warga Kabupaten Nabire. (ans)











Komentar