
NABIRE – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Dogiyai, Aser Bawotong, S.Pd.,M.Pd mengatakan, Dogiyai tidak tidur, kata-kata tersebut dilontarkan oleh Kadisnakertrans Kabupaten Dogiyai saat memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan meubeler, bangunan dan otomotif bagi Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Dogiyai, Rabu (14/10) bertempat di pusat industri CV. Jepara Indah 2 (dua) yang beralamat di Jalan Poros Wadio Kabupaten Nabire.
Dikatakan, saat ini banyak yang menganggap bahwa Kabupaten Dogiyai hanya sebatas nama dan pemerintahannya tidak berjalan dengan baik.
Padahal, nyatanya Pemerintahan Kabupaten Dogiyai hingga saat ini masih berjalan dengan baik dan tidak tidur.
Menurutnya, salah satu program Pemerintah Kabupaten Dogiyai khususnya pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dogiyai adalah menciptakan tenaga kerja baru atau menciptakan SDM OAP yang bermutu dan berkualitas di bidang meubeler, bangunan dan otomotif.
Walaupun, dalam masa pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten Dogiyai tetap bekerja aktif dan terus berupaya dengan semangat ‘Dogiyai Dou Ena’ akan membuka akses di bidang meubeler, bangunan dan otomotif guna menjawab kebutuhan warga masyarakat Dogiyai.
“Ini adalah peluang emas bagi warga masyarakat Dogiyai terutama orang asli Papua, kita harus membuktikan kepada kabupaten lain bahwa Dogiyai tidak tidur, Dogiyai ada, Dogiyai sedang membangun SDM OAP yang bermutu dan berkualitas untuk kedepannya.
Anak negeri Dogiyai harus berhasil dan berguna bagi Dogiyai. Kita punya lokasi, kita punya tanah, pemerintah hanya memberikan motivasi dan ikut mendukung masyarakat yang mau maju dan berkembang,” tuturnya.
Dirinya berharap, semua warga masyarakat Dogiyai tetap menjaga dan mendukung program pemerintah yang berpihak kepada warga masyarakat, terutama menciptakan SDM OAP asal Dogiyai yang siap bersaing dengan kabupaten lain.
Perlu diketahui, bahwa pelatihan meubeler, bangunan dan otomotif bagi orang asli Papua Kabupaten Dogiyai merupakan program Pemerintah Kabupaten Dogiyai yang untuk kedua kalinya diselenggarakan oleh Disnakertrans Kabupaten Dogiyai dan berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Hal ini dilakukan untuk menjawab ketersedian Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi di Kabupaten Dogiyai.(cad)











Komentar