oleh

PILI Green Network Dorong Masyarakat Tanam Masohi dan Gaharu

NABIRE- PILI Green Network mendorong masyarakat di kampung untuk menanam masohi, gaharu, merbau dan tanaman buah-buahan dengan memanfaatkan lahan kosong dan lahan tidur di wilayah penguasaan adat. Untuk kegiatan ini PILI Green Network bekerja sama dengan PT Sariwana Adi Perkasa (Goodhope Asia Holding Ltd) dan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (YIDH) turun “ber-akasi” dengan membuka persemaian/pembibitan di Kampung Sima, Distrik Yaur, Nabire. Demikian seperti dikutip www.papuaposnabire.com group Siberindo.com

Sejak dua pekan lalu, PILI Green Network menempatkan Isack Nanaor dan Caleb Waropen untuk membuka persemaian/pembibitan masohi, gaharu, merbau dan tanaman buah-buahan di Kampung Sima dengan melibatkan kaum muda setempat.

Direktur PILI Green Network Iwan Setiawan melalui selulernya, Minggu (12/12) malam mengatakan masyarakat di Kampung Sima, Distrik Yaur sangat antusias dengan upaya penanam masohi, gaharu, merbau dan tanaman buah-buahan lewat pembuatan persemaian yang sudah dimulai di Kampung Sima. Karena, masohi dan gaharu merupakan sumber pendapatan masyarakat setempat tetapi kini makin langka dan sulit didapati.

Baca Juga  Indonesia Darurat Perdagangan Orang : JarNas Anti-TPPO Desak Reformasi Sistemik

Karena susahnya menemukan masohi dan gaharu di Papua khususnya di Nabire, PILI Green Network bekerjasama dengan Googhope dan YIDH akan mengajak masyarakat kampung untuk menanam kembali masohi dan gaharu dengan memanfaatkan lahan tidur dan kosong milik masyarakat setempat. “Kegiatan persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari kegiatan penanaman hutan karena itu sangat penting dan merupakan kunci pertama dalam upaya mencapai keberhasilan restorasi hutan,” tutur Iwan.

Ia menambahkan, aksi penanaman hutan dengan masohi, gaharu, merbau dan tanaman buah-buahan ini diapresiasi oleh masyarakat Sima. Mereka juga ikut mencari bibit masohi dan gaharu ke hutan. Masyarakat sudah mulai mengumpulkan bibit merbau dan cempedak. Untuk bibit masohi dan gaharu, masyarakat sudah mengenal bibitnya sehingga mencarinya ke hutan.

Baca Juga  Cut-Off Vitamin D Untuk Orang Indonesia

Menurut Iwan, program ini merupakan perwujudan dari dukungan dan kerjasama PT Nabire Baru, PT Sariwana Adi Perkasa (Goodhope Asia Holding Ltd) dan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (YIDH), Persemaian ini bagian dari program pengelolaan hutan berbasis masyarakat dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis komunitas di Kampung Sima yang dilakukan oleh PILI Green Network.

Selain tanaman keras seperti masohi, gaharu dan merbau, PILI Green Network bersama mitranya juga akan memotivasi untuk membudidayakan tanaman keras lainnya untuk buah-buahan yang akan ditanami di lahan kosong milik masyarakat.

Iwan menambahkan, nilai jual masohi, berupa bahan mentah saja mahal, apalagi olahannya. Tetapi sayangnya, pernah mengirim kulit masohi dari Nabire dalam jumlah besar beberapa tahun lalu namun kini susah dijumpai masohi di hutan. Karena pengambilannya langsung tebang pohonnya. Seharusnya, hanya mengambil kulitnya, batang biarkan tumbuh sehingga bisa dipanen lagi.

Baca Juga  BK Tegur Ketua dan Wakil Ketua I DPRD Nabire

Disamping Kampung Sima, Direktur PILI Green Network ini mengatakan, pihaknya akan membuka pembibitan serupa di Wanggar Pantai. Karena, kedua kampung ini mirip kondisinya agar masyarakat di Wanggar Pantai juga melestarikan hutannya dengan tanaman keras yang ekonomis dengan memanfaatkan lahan kosong.

Target lain yang tengah dirancang adalah, kata Iwan, pengembangan kebun sirih, pinang dan kelapa dalam. Karena, masyarakat Papua pemakan sirih tetapi tidak ada. Masyarakat Papua malah beli sirih ari Orang Buton. Padahal, seharusnya orang Papua menjual sirih dan pembelian orang lalin, tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Dan ini merupakan bagian dari program yang akan dikmbangkan di Kampung Sima dan Wanggar Pantai. (ans)

Komentar

News Feed