oleh

Diduga Covid, Pasien Meninggal Dunia

NABIRE – Dikabarkan ada pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Nabire, Kamis (10/9) kemarin, meninggal dunia. Saat dikonfirmasi salah seorang dokter di RSUD Nabire, dr. Toto S, membenarkan hal itu. Kata dia salah seorang yang meninggal sore kemarin, dinyatakan positif dari hasil swab. Sementara salah seorang lainnya yang merupakan warga pekerja dari Jakarta dari hasil rapid test reaktif, namun yang bersangkutan belum dilakukan swab. Menurut informasi, pasien meniggal warga Girimulyo telah dimakamkan dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Sementara seorang pasien meninggal lainnya, pemakamannya masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga yang ada di luar Papua.

Data yang didapat media ini, pasien meninggal warga Girimulyo itu merupakan pasien ruang perawatan wanita RSUD Nabire. Sedangkan pasien meninggal lainnya, merupakan pasien ruang VIP RSUD Nabire.

“Pasien yang meninggal tadi sore itu dari ruang wanita tinggal di Girimulyo, sesuai hasil swab dinyatakan positif Covid-19. Pasien ini sudah beberapa hari dirawat di RSUD Nabire,” tuturnya melalui sambungan telepon, semalam.

Baca Juga  Penyelesaian Permasalahan Pertanahan di Tapal Batas Negara

Lanjutnya, malam ini juga ada seorang pasien yang sedang dirawat di ruang kelas, meninggal dunia. Terhadap pasien ini baru dilakukan rapid test dengan hasil reaktif dan belum sempat dilakukan swab.

“Memang yang meninggal dari perawatan di ruang kelas pria ini belum diswab tapi semapt dirapid hasilnya reaktif. Awalnya jenasah diminta keluarga untuk diterbangkan ke Jakarta, tapi kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk menerbangkan jenasaah ke Jakarta. Informasi dari istrinya sampaikan jika memang protokol kesehatan di Nabrie seperti itu, dia menerima kematian dan dimakamkan di Nabire,” ujarnya.

Ditanya apakah yang bersangkutan akan diswab, kata dokter Toto, sementara ini masih antri untuk swab. Pasien sekarang semakin meningkat, baik itu yang dari ruang isolasi RSUD Nabire, dari Diklat Nabire, maupun yang isolasi mandiri, itu semua perlu follow up dengan pemeriksaan swab.

“Saya tanyakan di bagian lab, infornya besok istirahat tidak ada swab. Karena begini, alat swab itu sekarang sudah mulai berkurang fungsinya, hanya ada 2 yang bisa running. Kemudian petugas kita juga ada yang terkena jadi sudah mulai berkurang sehingga proses swab bisa memakan waktu,” ujarnya.

Baca Juga  Jabatan Sekretaris KPU Nabire Diserahterimakan

Ditanya tambahan kasus positif Covid-19 yang masuk perawatan, kata dia, ada beberapa tambahan pasien. Ada oknum anggota DPRD Nabire, ada pasien dari ruang-ruang perawatan di RSUD Nabire, dan juga ada petugas medis.

“Saat ini penularan semakin kencang tapi kesadaran masyarakat masih rendah. Mereka menganggap sudah bisa hidup normal, warga semakin santai, tidak pakai masker, kumpul-kumpul itu yang penyebarannya menjadi cepat. Jadi intinya sekarang sudah terjadi transmisi lokal, bukan lagi dari luar daerah. Sudah seharusnya ada sanksi yang diberlakukan bagi pelanggar protokol kesehatan,” harapnya.

Pasien Covid Dirawat, Bertambah

Dari update data penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nabire, terjadi penambahan jumlah pasien dirawat. Pada Rabu (9/9) ada 38 pasien dirawat, sementara terjadi penambahan menjadi 43 orang pada Kamis (10/9).

Baca Juga  Bulan Sabit yang Membawa Energi Harapan

Data hingga 10 September 2020, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di kabupaten Nabire tercatat sebanyak 95 kasus.

Dari 95 kasus tersebut, 51 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 43 lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Nabire.

Dari 43 pasien yang dirawat tersebut, 57 pasien berasal dari kabupaten Nabire, 24 pasien berasal dari kabupaten Paniai dan 14 pasien berasal dari kabupaten Deiyai.

Hal itu sesuai data infografis sebaran kasus Covid-19 Nabire, per hari ini (10/09). Sementara pasien Covid-19 yang meninggal dunia tercatat sebanyak 1 orang, sementara kontak erat sebanyak 14 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori meminta masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menggunakan masker, menjaga stamina, tidak usah keluar rumah jika tidak penting, dan selalu jaga jarak. Lebih dari itu semua selalu berdoa. (ros)

Komentar

News Feed