oleh

Meriah, Kegiatan Tungku Api OMK Paroki St. Yosep Nabar

NABIRE – Kegiatan Tungku Api Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yosep Nabar yang digelar Jumat (30/7/21) di Gereja Katolik St. Petrus Kampung Bumi Mulia (SPC) Distrik Wanggar, berjalan cukup meriah. Demikian seperti dikutip www.papuaposnabire.com group Siberindo.com

Kegiatan diawali perayaan misa ekaristi dipimpin Pastor Paroki Pastor Injonito Gerry Da Krus SCH.P. Kegiatan diisi juga dengan lagu-lagu dalam kelompok maupun dalam mahda bakti yang dinyanyikan orang muda katolik.

Pastor Paroki Pastor Gerry dalam khotbahnya mengatakan, Tuhan Allah sudah tetapkan dan sudah bagi waktu enam hari untuk manusia bekerja dan satu hari untuk Tuhan pada hari minggu.

Baca Juga  Kapolda Papua Minta Warga di Agats Kembali Berdamai

“Kita yang ada di sini ingat bahwa pada hari Minggu Tuhan punya hari kita curi pergi kerja, tinggal di rumah main ludo, togel, main angka pergi putar ke pasar dan lain sebagainya itu hasil yang kita dapat tidak menguntungkan baik lalu untuk menyelesaikan masalah saja terus karena kita curi Tuhan punya hari,” tuturnya.

Baca Juga  Irjen Pol Mathius D Fakhiri Sah Resmi Jabat Kapolda Papua

Lebih lanjut dikatakan, orang muda katolik diharapkan tidak mengutamakan teman hidup pegang HP terus. Tetapi berikan waktu untuk Tuhan, rajin berdoa setiap saat. Ditegaskan, harus miliki teman baik dengan Tuhan dan rajin masuk gereja itu modal hidup masuk kerajaan surga.

“Siapa yang sengsara, menderita dan lain sebagainya kita semua tidak mau. Harus teman hidup kita adalah Tuhan Yesus, jadi kita rajin berdoa di rumah setiap malam dan rajin masuk gereja, disitulah kita dapat berkat,” tuturnya.

Baca Juga  Masyarakat Keturunan Jawa di Kinniya Berharap Dapat Sambung Ikatan Batin dengan Para Leluhur Melalui Bahasa Indonesia dan Budaya

Katanya, kita lihat bersama keluarga yang rajin masuk gereja dan rajin berdoa di rumah hidupnya indah dan aman. Tetapi keluarga yang jauh dari gereja, hidup mereka selalu mendapat keributan dalam keluarga maupun selalu menghadapi masalah hingga hidup mereka tidak bahagia karena ini kutukan Tuhan.

Seusai perayaan ekaristi diisi dengan rangkaian kegiatan. Diantaranya cerdas cermat, pengenalan 10 hukum Tuhan, sharing bersama, arahan pengurus gereja serta membawa lagu-lagu atau doa-doa kelompok. (modes)

Komentar

News Feed