oleh

Kepala Suku Simapitowa : Hargai Pleno KPU dan Minta Proses Devinitif

NABIRE – Kepala Suku Simapitowa (Siriwo Mapia Piyaiye Topo Wanggar) sub Rayon Suku Mee, Vabianus Tebay meminta kepada masyarakat, peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nabire dan seluruh stakeholder di daerah ini untuk menghargai dan menghormati hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire. Demikian seperti dikutip www.papuaposnabire.com group Siberindo.com

Siapapun terpilih dan meminta untuk memproses calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk pelantikannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nabire definitif. Masyarakat sudah memilih siapa Bupati Nabire terbaik dari tiga pasangan calon (Paslon) untuk periode mendatang melalui pemungutan suara ulang, tinggal KPU memplenokan siapa bupati terpilih dan memproses Surat Keputusan (SK) Bupati/Wakil Bupati Nabire.

Ia juga meminta masyarakat di daerah ini menjaga keamanan bersama, tidak ada lagi membuat keonaran dan keributan tetapi hendaknya ikut menjaga dan memelihara situasi keamanan di daerah ini tetap aman dan tertib.

Sebelumnya, Pelaksana harian (Plh) Kepala Suku Besar Wate, Otis Money dan Humas Kepala Suku Besar Wate, John Wayar juga meminta masyarakat di daerah ini agar tidak ribut dan menjaga keamanan bersama agar pengalaman di Yahukimo tidak terulang di Nabire. Masyarakat dari 6 suku asli Nabire tidak mau daerah ulayatnya ribut dan keamanan di daerah tidak nyaman hanya karena hasil PSU Pilkada Nabire

Baca Juga  Serahkan 580 Daftar Caleg DPR RI ke KPU, Sekjen Gerindra: Junjung Tinggi Persahabatan dan Kerukunan

Vabianus berharap, tidak ada lagi gerakan tambahan usai pleno penetapan bupati/wakil bupati terpilih, baik itu oleh penyelenggara, peserrta Pilkada maupun pendukung masing-masing pasangan calon yang hanya memperkeruh situasi dan memperpanjang proses pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih. Masyarakat di daerah ini menerima hasil pleno KPU dengan aman dan tenang agar secepatnya Bupati dan Wakil Bupati dilantik sebagai bupati/wakil bupati nabire untuk periode mendatang.

Kepala Suku Simapitowa, Vabianus Tebay di Nabire, Senin (2/8) mengatakan masyarakat di daerah ini sudah menyalurkan hak untuk memilih saat pemungutan suara. Masyarakat sudah jenu dengan pemilihan karena hanya untuk memilih satu pasangan calon yang terpilih saja bisa sampai empat kali pemilihan, pemilihan pertama pada saat pemungutan suara Pilkada serentak, kedua saat pemungutan susra ulang di beberapa TPS pada Pilkada serentak lalu, ketiga dengan pemungutan suara ulang 28 Juli lalu dan ke empat dengan PSU lagi di 3 TPS pasca PSU. Masyarakat sudah memilih calon pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nabire tetapi bisa terjadi beberapa kali pemungutan suara.

Baca Juga  Investasi Jumbo, PLTA Kayan Cascade Bakal Jadi Warisan Jokowi untuk Energi Bersih

Oleh karena itu, dengan nada tegas, Vabianus Tebay meminta agar hasil pleno KPU kali ini tidak ada lagi ada upaya-upaya memperpanjang kekosongan bupati definitif di Nabire dengan berbagai dalih, baik oleh peserta Pilkada maupun penyelenggara untuk memperpanjang waktu pelantikan bupati terpilih.

Vabianus menilai, pelaksanaan PSU sudah terlaksana dengan aman dan tertib, tidak ada masalah di tempat pemungutan suara sehingga Bawaslu RI juga mengakui pelaksanaan PSU di Nabire aman dan lancar. Masyarakat sudah tahu, tidak ada masalah saat PSU, sehingga pasangan calon dan penyelenggaran juga diminta untuk menghargai dan mengakui tidak ada masalah saat PSU, 28 Juli lalu.

Oleh sebab itu, ia meminta agar tidak ada lagi gerakan tambahan dan dalil-dalil lain, baik itu pendukung pasangan calon, penyelenggara dan peserta Pilkada (3 paslon) tidak melakukan gerakan tambahan untuk memperlambat proses pelantikan Bupati Nabire yang definitif. Karena, masyarakat sudah memilih pemimpin Nabire ke depan dengan aman dan lancar.

Baca Juga  Prabowo Berkomitmen Berantas Kemiskinan dan Kendalikan Harga Sembako

Ia menambahkan, apabila terjadi gerakan tambahan untuk memperlambat pelantikan bupati terpilih, masyarakat Nabire akan tahu siapa penghambat proses pelantikan Bupati Nabire. Dan apabila ada gerakan tambahan, Vabianus secara pribadi mengatakan dirinya tidak akan sungkan-sungkan untuk mengungkap siapa penghambat proses pelantikan Bupati-Wakil Bupati Nabire terpilih.

Sebab, kata Vabianus, masyarakat Nabire sedang menanti adanya bupati/wakil bupati definitif, sudah sekian lama Nabire terjadi kekosongan Bupati definitif pasca pemungutan suara dan pleno KPU saat Pilkada Serentak lalu.

Oleh sebab itu, ia berharap, usai pleno, KPU Nabire memproses SK bupati-wakil bupati terpilih sehingga pelantikannya tidak menanti waktu lama. Karena, masyarakat di daerah ini menanti bupati-wakil bupati definitif untuk mempin dan membangun daerah ini bersama seluruh komponen masayarakat di daerah ini. (ans)

Komentar

News Feed